SEMARANG – Dalam upaya memperkuat rekognisi global menuju World Class University (WCU), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sukses melaksanakan program Penelitian Kolaborasi Internasional di Singapura. Menggandeng Harmony in Diversity Gallery (HDG) Singapura sebuah lembaga edukasi publik di bawah Kementerian Dalam Negeri Singapura (Ministry of Home Affairs) tim peneliti UIN Walisongo melakukan kajian mendalam terkait dinamika pariwisata lintas batas (cross-border tourism).

Empat dosen peneliti dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sukses melaksanakan riset kolaborasi internasional di Harmony in Diversity Gallery (HDG) Singapura pada 5–7 November 2025,  ini mengusung tema strategis: “Cross-Border Tourism Indonesia–Singapore: Exploring Muslim-Friendly Destinations Based on Global Muslim Travel Index (GMTI) at Harmony in Diversity Gallery (HDG) Singapore.”

Penelitian ini berfokus pada analisis cross-border tourism (pariwisata lintas batas) antara Indonesia dan Singapura, dengan melihat potensi HDG sebagai destinasi wisata edukatif yang ramah Muslim berdasarkan indikator Global Muslim Travel Index (GMTI).

Tim peneliti yang terdiri dari Dr. Dedy Susanto, Fania Mutiara Savitri, Ariana Suryorini, dan Lukmanul Hakim, mengidentifikasi lima elemen utama ramah Muslim di HDG, mulai dari representasi Islam yang objektif hingga fasilitas yang nyaman bagi pengunjung.

Selain memperkuat posisi UIN Walisongo menuju World Class University, riset ini terbukti membuka peluang kerja sama jangka panjang. Saat ini, tim peneliti sedang menyusun draf publikasi ilmiah internasional bereputasi (Scopus) dan merekomendasikan adanya penyusunan MoU resmi antara UIN Walisongo dan HDG Singapura guna pengembangan studi berkala bagi dosen dan mahasiswa di masa depan.

 

Categories: Berita